Selasa, 25 Maret 2014

Perayaan Karya Seni Kontemporer Indonesia

Seni adalah sebuah ekspresi jiwa yang tak terbatas yang bisa dinikmati siapa saja. Agar pemahaman ini bisa dinikmati banyak orang, Martell Cognac kembali menggelar Martell Contemporary Art Exhibition. Perhelatan seni ini bakal digelar selama tujuh hari,dari 18-24 November 2013 di Kuningan City Mal, Jakarta Selatan.

"Ini adalah kali ketiganya Martell mengadakan pameran seni seperti ini. Hal ini menunjukkan komitmen yang kuat, kolaborasi, serta eksistensi Martell dengan komunitas seni. Perayaan seni ini diharapkan akan meningkatkan keseimbangan penting dalam gaya hidup yang berkelas,” ungkap Edhi Sumadi, Pernod Ricard General Manager Indonesia, saat konferensi pers pembukaan Martel Contemporary Art Exhibition di Kuningan City, Jakarta Selatan, Senin, 18/11/2013.

Ia menambahkan bahwa ajang ini juga menjadi sebuah sarana untuk memperluas kesempatan bagi para seniman Indonesia untuk memamerkan karya-karya mereka ke khalayak luas.

Art Exhibition ini merupakan sebuah pameran karya seni kontemporer yang meliputi seni lukis, seni patung, fashion, dan juga fotografi. Di tahun ini ada enam seniman Indonesia yang terpilih untuk memamerkan karya-karyanya, antara lain:


Irawan Karseno,  pelukis asal Surabaya yang lahir tahun 1960 ini, dikenal sebagai pelukis abstrak kontemporer yang sering membubuhkan kata-kata dalam karyanya. Beberapa karya Irawan mempertanyakan perihal spiritualitas yang sering dikritiknya. Namun, ditampilkan secara cerdas dan bersemangat. "Kali ini saya terinspirasi dari Idul Adha, dan saya menciptakan patung berbentuk telinga, dan patung replika kepala kambing, serta lukisan kepala kambing," jelasnya.

Renjani Damais-Arifin, seorang pematung kontemporer yang menciptakan tokoh imajinatif, lucu, dan naif. Ipong Purnama Sidhi,  dikenal sebagai seorang pelukis ekspresionis.Kali ini ia menghadirkan koleksi lukisan yang bertema "badut" politik di tanah air.

S.Teddy, seniman asal Yogyakarta yang memiliki energi yang meledak-ledak dalam mengekspresikan karyanya. Salah satu karya tiga dimensi yang ditampilkan adalah imitasi tank yang digabungkan menjadi satu dengan sebentuk hati pada ujung laras tank. Menurut sang kurator, Chandra Johan, karya yang mengikatkan dua sifat berbeda seperti ini dikenal sebagai karya horrible-sweet.

Nicoline Patricia Malina, fotografer cantik yang gemar memotret keragaman masyarakat dan budaya dalam semangat yang terispirasi pada perbedaan.  Melalui karyanya, Nicoline berharap orang lain dapat melihat budaya tidak hanya sekadar tradisi tapi juga meresapi konsep dan nilai-nilai yang ada di dalamnya.

Arantxa Adi, seorang desainer muda yang sudah tiga kali bekerja sama dengan Pernod Ricard Indonesia dalam kurun waktu dua tahun, akan menampilkan dua koleksinya yang unik. Sebuah gaun panjang dirancang menggunakan bahan duchess berwarna biru khas Martell Cognac. Di bagian depan gaunnya, ia menampilkan gambaran wajah Cleopatra yang dilukis oleh pelukis muda dari Yogyakarta, Cory.

Sedangkan gaun lainnya mengedepankan filosofi akar tumbuhan yang dibuat dari bahan sifon berwarna-warni. Bahan ini digunakan untuk melapisi kawat-kawat lentur yang ada di dalamnya. "Proses yang paling lama adalah proses memilin bahan dengan kawat. Dan untuk satu baju ini bisa menghabiskan waktu sampai dua bulan," paparnya.

Selain memamerkan karya-karyanya di Art Exhibition ini, Arantxa Adi juga akan memamerkan koleksi lainnya, yang terinspirasi dari Elizabeth Taylor pada tanggal 21 November 2013 di Potato Head Garage, SCBD. Acara ini juga menjadi salah satu bagian dari Martell Contemporary Art Exhibition.

Dikutip dari Kompas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar